Press "Enter" to skip to content

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti

Best Deal Site 0

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti

Rumah Sebagai Kebutuhan Primer

Jika kita mengingat kebelakang waktu kita masih sekolah, bahkan dari sekolah dasar anda pasti diajarkan apa saja kebutuhan primer. Ada Sandang, Pangan dan Papan.

Artinya sudah ada informasi bahwa kebutuhan Papan (Propeerti/Rumah) sudah merupakan kebutuhan yang harus ada sejak kita terlahir ke dunia.

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti

Harga Properti yang cenderung Naik.

Coba bandingkan harga tanah yang anda miliki sekarang dengan harga saat beli pasti akan jauh sekali. Contoh misalnya  dibilangan jakarta ada sebidang tanah dengan luas 56m2 di beli tahun 70 an dengan harga Rp. 160.000,-  artinya harganya Rp. 2.860/ M2 ,dan jika dibandingkan dengan harga pasar saat ini (tahun 2020)  hanrganya menjadi Rp.20 jt/M2 – Rp.50 jt/M2.

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti- Dengan perbandingan harga yang sangat tinggi tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan/diketahui agar kita tidak tertipu dan menyesal dikemudian hari.  Biaya tersebut rupanya dibebankan kepada kedua belah pihak, yakni penjual dan pembeli. Seperti apa dan berapa yang harus dibayarkan baik penjual dan pembeli tersebut?

Berikut adalah  8 biaya tansaksi Properti- jual beli Rumah yang perlu anda ketahui.  menjadi tanggungan siapa (Pembeli atau Penjual).

  • Pajak penjualan rumah yang ditanggung penjual:

    • Pajak Penghasilan
    • Pajak Bumi Bangunan
    • Biaya Notaris

Baca juga: 8 Keuntungan membeli Properti Syariah

  • Pajak penjualan rumah yang ditanggung pembeli:

    • PPN
    • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
    • Biaya Pembuatan Akta Jual Beli
    • Biaya Cek Sertifikat
    • Biaya Balik Nama Sertifikat

Mari kita bahas satu persatu

Pajak Yang Menjadi tanggungan Penjual

1. Pajak Penghasilan – Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti

Pajak Penghasilan (PPh) adalah menjadi tanggung jawab penjual dimana penjual sebagai penerima uang hasil transaksi. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 mengenai besaran  Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang dikenakan untuk penjualan rumah adalah 2,5%.

2. Pajak Bumi Bangunan

Selanjutnya jenis pajak penjualan rumah berikutnya  adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak Bumi dan Bangunan ini biasanya dibayar dalam masa satu tahun.

Jadi sebagai penjual rumah, sudah merupakan kewajiban untuk melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum rumah dialihkan ke pembeli. Seperti yang tertera di Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT)  Pajak Bumi dan Bangunan, besaran nya  adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan NJOP sebagai dasar pengenaan pajak. Dan sesuai peraturan perundangan terkait  NJKP yang ditetapkan pemerintah adalah 40% untuk rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar, dan 20% jika harga rumah di bawah Rp 1 miliar.

3. Biaya Notaris

Biasanya ketika melakukan transaksi penjualan properti , tentunya akan  memerlukan jasa notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berdomisili di wilayah rumah/properti yang dijual. Pada umumnya, notaris/ppat sudah memiliki biaya baku yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Keuntungan Investasi Properti

Selanjutnya  adalah biaya dan pajak penjualan rumah yang harus ditanggung pembeli:

1. PPN

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti

Pajak Pertambahan Nilai , jika Anda melakukan pembelian properti/rumah yang dijual oleh developer atau badan yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka sesuai peraturan yang berlaku, sebagai pembeli anda berkewajiban membayar Pajak PertambahanNilai (PPN)  dengan besaran tarif 10% dari harga tanah. Tapi, jika penjual rumah bukan PKP, misalnya ketika anda membeli properti/rumah bekas, maka anda menyetorkan sendiriPajak Pertambahan Nilai nya (PPN)  ke kas negara.

2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti Best Deal Site | Setia menemani anda

Bea Peroleh Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh pembeli. Biaya ini hampir mirip dengan PPh bagi penjual. Dan sesuai ketentuan yang beerlaku tarifnya mencapai 5% dari harga jual rumah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jumlah NPOPTKP sendiri sudah ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah tempat rumah berdiri.

3. Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

8 Biaya Transaksi Properti- Untuk Biaya Akta Jual Beli adalah 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Biaya pembuatan AJB ini ditanggung oleh pembeli kecuali ada kesepakatan lebih lanjut dengan pihak penjual.

4. Biaya Cek Sertifikat

Wajib Tahu 8 Biaya Transaksi Properti Best Deal Site | Setia menemani anda8 Biaya Transaksi Properti- Biaya cek sertifikat kisarannya mencapai Rp 100.000. Cek sertifikat penting untuk mengetahui legalitas sertifikat rumah yang akan dibeli. Hal ini harus dilakukan demi menghindari membeli tanah/bangunan yang bermasalah.

 

 

5. Biaya Balik Nama Sertifikat

8 Biaya Transaksi Properti- Biaya Balik Nama sertifikat biasanya mencapai 2% dari nilai transaksi atau sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yang berlaku. Pembeli biasanya harus melakukan proses balik nama tersebut sendiri kecuali rumah dibeli langsung dari developer.

Demikian  informasi terkait 8 Biaya Transaksi Properti, semoga bermanfaat

Terimakasih

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!