Press "Enter" to skip to content

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil

Best Deal Site 0

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil

Sebelum membangun rumah tinggal maka kita perlu melakukan beberapa persiapan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil rancangan rumah mungil yangtepat dan maksimal, untuk itu dibutuhkan langkah – langkah perencanaan sebagai berikut.

  1. Hitung jumlah anggota keluraga  beserta kebutuhan ruangnya.
  2. Membuat daftar aktivitas penghuni.
  3. Membuat daftar prioritas kebutuhan ruang dan didahulukan prioritas ruang – ruang utama bila luas lahan tidak mencukpi.
  4. Merancang organisasi atau zoning antarruang.
  5. Meminimalkan penyekat antarruang.
  6. Merancang setiap ruang sesuai dengan fungsinya, agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
  7. Membuat gambar denah dan muka bangunan bersekala serta ditentukan kembali letak masing – masing ruang berdasarkan fungsinya.
  8. Memilih furniture proporsional terhadap ukuran  ruang agar tidak terasa menjadi sempit.
  9. Merencanakan anggaran biaya dan jangka waktu pelaksanaan sesuai dengan kondisi keuangan.

3 tahapan merancang rumah mungil

Dari 9 langkah tersebut diatas maka dapat kita buat menjadi 3 Tahapan Merancang Rumah Mungil

1. Tahap Pertama Merancang Organisasi Ruang – 3 Tahapan Merancang Rumah Mungil

Sebelum dirancang organisasi ruang, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menghitung jumlah penghuniserta aktivitas yang dilakukan, kemudian dituliskan kebutuhan ruang. Misalnya, kegiatan Ibu mencuci maka ruang yang diperlukan adalah ruang cuci.

Setelah itu buatlah daftar prioritas ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas, lalu dikelompokan berdasarkan fungsi ruang. Selanjutnya pilih ruang yang memiliki kemungkinan untuk disatukan (fungsi ganda).

Berikut adalah tabel untuk luas minimum ruang pada rumah mungil sesuai dengan standar Data Arsitek ErnsNeufert yang selanjutnya disesuaikan dengankebutuhan ruang pada tipe rumah di masyarakat Indonesia. Keluaraga terdiri dari 2 orang tua serta 2 orang anak tanpa pembantu. Adapun penambahan ruang lainnya seperti garasi, gudang, ruang kerja disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing penghuni rumah.

No.Nama RuangDimensiLuas
1kamar Tidur Utama3 m X 3 m9 m2
2Kamar Tidur Anak (2 ruang)2 m X 3 m12 m2
3Ruang Tamu / Keluarga3 m X 3 m9 m2
4Ruang Makan2 m X 2 m4 m2
5Dapur1 m X 2 m2 m2
6KM (WC)1,5 m X 1,5 m2,25 m2
7Ruang cuci1 m X 2 m2 m2
8Tempat Jemur (Ruang terbuka)1 m X 2 m2 m2
TOTAL42,25 m2

2. Tahap ke Dua Merancang Kebutuhan Antarruang.

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil – Merancang Kebutuhan Antarruang merupakansalah satu cara  yang dilakukan dalam menata ruang agar terasa lebih luas pada rumah mungil. Beberapa hal yang dapat dilakukan bila antarruang memiliki konsep terbuka sebagai berikut.3 Tahapan Merancang Rumah Mungil Best Deal Site | Setia menemani anda

a. Meminimalkan Dinding Masif dan Jumlah Pintu – 3 Tahapan Merancang Rumah Mungil

Dinding masif pada ruang berfungsi sebagai pemisah antarruang. Hal tersebut memberikan kejelasan fungsi dari setiap ruang. Namun pada rumah mungil bila terdapat banyak dinding masif dengan dimensi ruang yang kecil maka akan timbul kesan ruang menjadi sempit. Hal ini juga menyebabkan luas ruang akan semakin berkurang sesuai ukuran ketebalan dinding. Pada rumh mungil, dinding masif harus diminimalkan agar ruang terlihat luas dan dapat berfungsi ganda.

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil – Pintu berfungsi sebgai penghubung antarruang, pengaman dan pembatas antarrung (privasi). Jumlah pintu yang banya pada rumah, terutama pada ruang yang tidak terlalu membutuhkan pintu akan memerlukan ruang untuk membuka dan menutup pintu. Selain itu  karena tertutup oleh pintu maka ventilasi keluar masuk angin akan terhambat sehingga semakin menambah kesan sempit.  Tuangan yang mutlak memerulakan pintu adalah, pintu depan, pintu belakang (samping), Kamar mandi dan kamar tidur.

Sehingga dengan meminimalkan jumlah pintu antarruang menjadikan ruangan yang ada akan terlihat dan terasa lebih luas. Misalnya antarruang dapur dan ruang makan maka sebaiknya direncanakan tida dibatasi dengan dindning maupun pintu, agar terasa lebih luas.

Baca juga: Perlunya memiliki Taman | 7 Manfaat Taman Rumah

b. Menggunakann Pintu Geser atau Pintu Lipat.

pintu geser

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil –  pintu lipat atau pintu geser sebagai pengganti pintu konvensional pada ruang – ruang yang sempit merupakan alternatif penyelesaian agar ruang terlihat lebih terbuka. Hanya saja pintu lipat tetap mebutuhkan ruang untuk membuka walaupun lebih sedikit. Sementara pintu geser tidak membutuhkan ruang untuk membuka, tetapi sisi dinding untuk menggeser pintu tidak dapat difungsikan.

 

c. Menggunakan Partisi

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil – Partisi adalah penyekat ruang non permanen, biasanya terbuat dari kayu atau bambu sehingga dapat diatur dan dipindah sesuai keinginan dan kebutuhan. Partisi dapat dipergunakan pada ruang tamu dengan ruang keluarga, ruang makandengan ruang dapur. keunggulan dari penggunaan partisi adalah fleksibilitas penempatannya  serta bentuk dan pemilihan motifnya yang dapat disesuaikan dengan keinginan anda.

d. Lantai Sebagai Pemisah Ruang

Material lantai dapat dipakai sebagai pemisah ruang dengan variasi ketinggianpeil laintai.   Misalnya  lantai ruang keluarga dibuat lebih tinggi dari lantai ruang tamu, atau lantai ruang garasi dibuat lebih rendah dari ruang tamu.

Penggunaan material lantai sebagai pemisah ruangan juga dapat dilakukan dengan variasi warna atau motif lantai antarruang. Misalkan lantai ruang tamu dibuat dengan variasi list keramik pada pojok – pojok ruang membentuk pigura, sedangkan lantai ruang keluarga dibuat tanpa list keramik(polos). Penggunaan warna lantai garasi lebih gelap dari pada lantai dapur. Atau lantai ruang keluarga disusun lurus horisontal, sedangkan lantai ruang tamu disusun diagonal.

Pembedaan ,otif lantai dapat menggunakan warna-warna ceria atau lembut. untuk ruang pada rumah mungil, motif yang digunakan sebaiknya tidak terlalu rumit agar memberikan kesan lebih lega.  Rumah mungil lebih baik tidak menggunakan perbedaan tinggi lantai karena akan membutuhkan ruang. Akan tetapi cara ini merupakan salah satu cara untuk membedakan fungsi ruang sebagai pengganti dinding pembatas masif.

Baca juga: 7 Essensial Oil yang Dapat digunakan sebagai Pereda Vertigo

e. Furniture sebagai Pemisah Ruang

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil – Furniture dapat juga digunakan sebagai pemisah antarruang. Misalnya dengan meletakan rak panjang di antara ruang yang ingin dipisah, kursi (sofa) yang diletakkan saling membelakangi, menggunakan media akuarium dan menggunakan meja makan satu sisi untuk memisahkan dapur dengan ruang makan (posisi meja makan menghadap dapur).

Agar ruangan terasa lapang, furnitur yang dugunakan lebih baik berukuran kecil dengan model ringan dan simple. Penggunaan furnitur antik dan modernjuga dapat memberi kesan lapang pada ruang sempitdengan penataan yang baik. Misalnya kursi untuk dipadukan dengan coffe table bergaya modern.

3. Menentukan Warna Ruang

3 Tahapan Merancang Rumah Mungil – Warna sabgat berpengaruh dalam merancang suatu rumah karena efek yang timbul dari warna dapat menimbulkan kesan – kesan tertentu. Terlepas dari gaya rumah yang dupakai, warna pada ruang dapat membuat rumah lebih nyaman.3 Tahapan Merancang Rumah Mungil 

a. Warna DIngin

Di aplikasikan pada ruangan yang mebutuhkan ketenangan, konsentrasi dan relaksasi, seperti ruang kerja, kamar tidur, ruang belajar dansebagainya. Warna dingin seperti gradasi hijau, gradasi biru, warna warna alam, coklat tanah, merah bata, hijau daun, biru laut, biru langit, abu-abu. Warna dingin ini cocok dipergunakan oleh penghuni yang aktif, sehingga memberi efek ketenangan dalam rumah.

Baca juga: 13 Warna untuk Properti Anda | Sesuaikan dengan Psikologi Anda

b. Warna Hangat

Warna hangat cocok digunakan pada ruang dengan tingkat aktivitas tinggi , seperti ruang keluarga, ruang bermain, dapur, ruang belajar, dan ruang makan. Warna hangat meliputi waran gradasi kuning, orenye, merah, peach, dan pastel. BAik digunakan pada rumah yang penghuninya pasif.3 Tahapan Merancang Rumah Mungil 

c. Warna Ceria

Warna ceria lebih ditujukan pada kombinasi warna pada suatu ruang. Misalnya pada ruang tamu, ketiga baguian dinding diberi warna krem dan dinding lainnya diberi warna biru. Warna ceria ini akanmemberikanefk senang dan gembira pada penghuni rumah.

d. Warna Terapi

Warna terapi cocok digunakan pada ruang yang berufngsi untuk pengobatan dan relaksasi. Warna ini menimbulkan efek terapi sehingga akan memperlancar pengobatan. Warna terapi biasanya  terdiri dari gradasi warna kuning muda dan warna warna yang lembut.

Baca Juga: 4 Gaya Arsitektur Rumah Mungil

Demikian semoga bermanfaat, terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!